( 1 )
RESENSI
Menulis resensi merupakan proses menuangkan atau memaparkan nilai sebuah hasil karya atau buku berdasarkan tataan tertentu. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pertimbangan baik–buruknya, cermat–cerobohnya, benar-salahnya, kuat-lemahnya, dan manfaat-mubazirnya suatu topic buku.
Pada dasarnya, keterampilan menulis resensi tidak datang secara otomatis, melainkan harus melalui latihan dan praktik yang banyak dan teratur. Selain itu, menulis resensi merupakan suatu proses perkembangan. Seperti halnya, dengan kegiatan menulis pada umumnya, menulis resensi menuntut pengalaman, waktu, kesempatan, latihan, dan keterampilan-keterampilan khusus, serta pengajaran langsung menjadi seorang peresensi.
http://longjournal.wordpress.com/2008/05/08/menuis-resensi-1/
Resensi merupakan salah satu bentuk tulisan jurnalistik yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan memberi pertimbangan kepada pembaca mengenai sebuah buku yang diterbitkan. Secara sederhana, resensi dapat dianggap sebagai bentuk tulisan yang merupakan perpaduan antara ringkasan dan ikhtisar berisi penilaian, ringkasan isi buku, pembahasan, atau kritik terhadap buku tersebut. Resensi memiliki bagian-bagian penting di dalamnya, di antaranya judul resensi, identitas buku, bagian pembuka resensi yang memaparkan kepengaran, tema, olongan buku, isi atau tubuh resensi yang memaparkan ikhtisar, ulasan serta kutipan, dan kelemahan juga kelebihan buku, dan bagian penutup.
Mendefinsikan resensi secara bahasa sebagai pertimbangan atau perbincangan tentang sebuah buku yang menilai kelebihan atau kekurangan buku tersebut, menarik-tidaknya tema dan isi buku, kiktikan, dan memberi dorongan kepada khalyak kabar atau majalah. (WJS.Poerwadarminta dalam Romli 2003)
Pendapat berbeda diungkapkan oleh Saryono (1997) mengenai definisi resensi, yaitu sebuah tulisan berupa esai dan bukan merupakan bagian suatu ulasan yang lebih besar mengenai sebuah buku. Isinya adalah laporan, ulasan, dan pertimbangan baik-buruknya, kuat-lemahnya, bermanfaat-tidaknya, benar-slahnya, argumentative-tidaknya buku tersebut. Tulisan tersebut didukung dengan ilistrasi buku yang diresensi, baik berupa foto buku atau foto copi sampul buku.
http://longjournal.wordpress.com/2008/05/08/menulis-resensi-1/
Pola atau Macam-macam dalam meresensi buku :
Dalam menulis resensi, peresensi perlu memperhatikan pola atau macam-macam tulisan resensi. Ada tuga pola tulisan resensi buku, yaitu meringkas, menjabarkan, dan mengulas. Meringkas (sinopsis) berarti menyajikan semua persoalan buku secara padat dan jelas. Menjabarkan berarti mendeskripsikan hal-hal menonjol dari sinopsis yang sudah dilakukan. Bila perlu bagian-bagian yang mendukung uraian dikutip. Mengulas berarti menyajikan ulasan sebagai berikut :
1. Isi pernyataan atau materi buku sudah dipadatkan dan dijabarkan kemudian diinterprestaikan,
2. Organisasi atau kerangka buku,
3. Bahasa,
4. Kesalahan cetak,
5. Komparasi dengan buku-buku sejenis, baik karya pengarang sendiri maupun pengarang lain,
6. Menilai, mencakup kesan peresensi terhadap buku terutama keunggulan dan kelemahan buku.
http://longjournal.wordpress.com/2008/05/08/menulis-resensi-1/
Unsur-unsur Resensi :
Resensi yang merupakan salah satu bentuk tulisan jurnalistik populr tetep mempunyai aturan-aturan penulisan. Aturan tersebut didasarkan pada unsur-unsur yang membangun resensi buku.Unsur tersebut menurut samad (1997) meliputi judul resensi, data buku, pendahuluan, tubuh atau isi pernyataan, dan penutup.
1 .Judul resensi haruslah selaras dengan keseluruhan isi resensi dan tentu saja menarik
2. Data buku terdiri dari :
- Judul buku,
- Pengarang,
- Penerbit
- Tahun terbit beserta cetakannya,
- Tebal buku,
- Harga buku (jika diperlukan).
3. Unsur tubuh resensi merupakan suatu bagian inti dari suatu resensi. Bagian ini memuat diantaranya :
- Sinopsis atau isi buku secara benar dan kronologis,
- Ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya,
- Keunggulan buku,
- Kelemahan buku,
- Rumusan buku,
- Tinjauan bahasa,
- Adanya kesalahan cetak.
4. Terakhir, unsur penutup resensi biasanya berisi buku itu penting untuk siapadan mengapa.
http://longjournal.wordpress.com/2008/05/08/unsur-unsur-resensi/
Sementara itu, Romli (2003) berpendapat bahwa resensi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian pendahuluan, bagian isi, dan bagian penutup. Pada bagian pendahuluan, peresensi memberikan informasi mngenai identitas buku yang meliputi judul, penulis, penerbit, dan tahun terbitnya, jumlah halaman, harga buku jika diperlukan,. Kemudian bagian kedua bersi ulasan tema atau judul buku, paparan singkat isi buku (mengacu kepada daftar isi) atau gambaran tentang keseluruhan isi buku, dan informasi tentang latar belakang serta tujuan penulis buku tersebut.
http://longjournal.wordpress.com/2008/05/08/unsur-unsur-resensi/
MATERI BAHASA INDONESIA BAGIAN 1
07.22 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
About Me
- Drs. Wahyudi
- Seorang guru selalu mendoakan kepada murid-muridnya agar sukses dalam belajar. Amin.






1 komentar:
Permisi...,
Pak, APA maksud bapak mengadakan merangkum online? Memonopoli waktu dan tenaga agar Bapak tak perlu lelah menjelaskan materi? Atau menyiksa siswa yang sulit mengakses internet, sehingga mereka harus menghabiskan uang banyak untuk ke warnet, untuk MENGERJAKAN RANGKUMAN?
Apa Bapak tak tau, masih BANYAK murid yang masih sulit akses internet, apalagi di musim hujan ketika cuaca tak selalu cerah, dengan arti mereka takkan selalu bisa ke warnet jika hujan deras. Saya tak heran, bagaimana Bapak tak pernah berpikir tentang itu, karena saya pikir Bapak memang tak punya hati dan pikiran.
Jadi Pak, SAYA MENOLAK KERAS pada usaha bapak merangkum online, saya benar-benar menganggap itu tak adil. Tak semua anak bisa akses internet dengan mudah, kenapa Bapak malah menyusahkan mereka? Entah apa tujuan yang Bapak maksud dengan merangkum online ini, saya tak mengerti. Apa mungkin mempermudah kami, tidak juga. Kami harus menatap lembaran-lembara blog Bapak di depan komputer, membuat mata kami lelah dan jenuh, dan itu sama sekali merepotkan. Atau, taukah Bapak, beberapa anak lebih memilih mencetak isi blog, dan biayanya samasekali tidak murah. Saya jauh lebih senang diajar istri Bapak yang baik hati dan tidak menyusahkan kami.
Pak, saya benar-benar tidak melihat sisi positif dari merangkum online ini--setidaknya bagi kami. Mungkin banyak manfaat untuk diri bapak sendiri, termasuk menghemat tenaga Bapak untuk menjelaskan materi dan tidak perlu melakukan apapun selain mengetik di blog. Tapi sisi positif bagi kami, para murid? Saya pikir Bapak bukan seorang muslim, atau setidaknya BUKAN manusia YANG BERADAB, karena saya yakin seorang muslim atau manusia yang beradab selalu melakukan sesuatu yang banyak manfaat dan sedikit kerugian, sungguh bertolak-belakang dengan pribadi biadab Bapak.
Maaf saja Pak, saya harap Bapak tak lagi menyusahkan kami dengan merangkum online. Untuk catatan, saya prihatin terhadap 9. 2 karena memiliki wali kelas seperti Bapak.
TERIMAKASIH
ini hanya sekadar kritik; saya hanya tak ingin Bapak bertindak seenak udel Bapak.
Posting Komentar